Beranda

Story

Di Balik Tren Rokok: Silent Killer Untuk Gen Z

Di Balik Tren Rokok: Silent Killer Untuk Gen Z

Beranda

Story

Di Balik Tren Rokok: Silent Killer Untuk Gen Z

Di Balik Tren Rokok: Silent Killer Untuk Gen Z

Bayangkan mengkonsumsi sebuah produk yang secara resmi diketahui bisa membunuh setengah dari para konsumennya. Aneh rasanya kalau barang seperti itu dijual bebas, kan? Tapi nyatanya, produk itu justru dipajang di warung-warung kelontong, berdampingan dengan permen dan kerupuk.

Bisa dibeli satuan pakai uang jajan dan iklannya berseliweran di jalan sampai ke etalase warung, walaupun terdapat tanda warning bagi yang mengkonsumsinya. Kedengarannya seperti cerita fiksi, padahal ini kenyataan yang dihadapi anak muda di Indonesia.

Bagi sebagian remaja hari ini, rokok bukan lagi sekadar ikut-ikutan gaya atau alasan “nggak enak kalau ngga ngerokok (asem)”. Ia berubah menjadi silent killer yang mulai mencengkram sejak usia masih belia.

Sementara banyak negara sudah mengetatkan aturan, di Indonesia remaja masih bisa membeli rokok batangan tanpa ditanya umur atau identitas. Perlahan, tanpa mereka sadari, tubuh mereka mulai rusak, sementara industri rokok justru meraih kemenangan dari masa depan generasi muda yang terbakar bersama setiap hisapan.

Asap Rokok Menjerat Generasi Z

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa jumlah perokok aktif di Indonesia diperkirakan mencapai 70 juta orang. Dari jumlah itu, sekitar 7,4 persen adalah anak usia 10–18 tahun.

Yang lebih mengkhawatirkan, justru kelompok anak dan remaja yang mengalami kenaikan paling besar. Pada usia 15–19 tahun, kenaikannya mencapai sekitar 56,5 persen, sementara kelompok 10–14 tahun naik hingga 18,4 persen.

Padahal, ini masa paling penting untuk belajar, berkembang, dan membangun kebiasaan sehat. Tetapi malah terjerat oleh asap-asap kebiasaan merokok.

source: Freepik

Fenomena kepulan asap dalam ‘tongkrongan’ itu tampaknya tidak terlepas dari gencarnya pemasaran industri rokok.

Riset Tobacco Enforcement and Reporting Movement (TERM) pada Mei–Agustus 2023 menemukan bahwa lebih dari dua pertiga promosi produk tembakau beredar di media sosial. Sekitar 68 persen muncul di Instagram, 16 persen di Facebook, dan 14 persen di X (twitter).

Tidak berhenti di situ, industri rokok juga kerap hadir sebagai sponsor dalam berbagai festival musik dan olahraga yang di mana pesertanya banyak anak muda.

Selain itu, harga yang relatif murah membuat banyak anak muda merasa mudah untuk membelinya. Rata-rata harga rokok di Indonesia berada di angka sekitar Rp 44.485 per bungkus, jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata harga rokok dunia yang mencapai sekitar Rp 89.900 (Rohman, 2024).

Kalau membeli eceran di warung, harganya hanya sekitar Rp 1.000 sampai Rp 2.500 per batang. Dengan uang jajan sisa pun, anak muda sudah bisa mendapatkan rokok.

Temuan CISDI (2023) menunjukkan bahwa penjualan rokok eceran membuat para siswa sekolah semakin mudah membeli rokok.

Bahkan, banyak di antara mereka yang patungan bersama teman-temannya agar bisa membeli rokok.

Menurut Mouhamad Bigwanto, Ketua Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI), tambahan rasa ini membuat rokok terasa lebih ‘ramah’ bagi remaja karena memberi sensasi yang berbeda dan lebih menyenangkan, sekaligus menutupi rasa pahit dan aroma kuat dari tembakau (Tempo, 2024).

Dibalik Hisapan Terdapat Ancaman Kesehatan

Dilansir dari Alodokter, kecanduan rokok punya dampak serius buat tubuh karena di dalamnya terdapat zat-zat berbahaya seperti nikotin, tar, formaldehida, benzena, dan nitrosamin.

Nikotin, misalnya, bisa mengganggu fokus pembelajaran. Akibatnya, nilai gampang turun dan beberapa siswa jadi makin malas masuk sekolah karena lingkungan pergaulan yang mendukung kebiasaan merokok.

Pada tubuh, rokok bikin pembuluh darah menyempit. Hal itu membuat aliran darah dan oksigen ke otot dan tulang tidak lancar.

Dampaknya, remaja lebih cepat capek saat olahraga, sering pegal-pegal, dan dalam jangka panjang, kepadatan tulang bisa menurun sehingga risiko patah tulang makin tinggi.

Di paru-paru, nikotin dan tar pun memicu peradangan dan merusak jaringan. Pertukaran oksigen jadi tidak maksimal.

Biasanya ditandai dengan banyak lendir, batuk yang terus-menerus, dan napas pendek atau sesak.

Di mulut, rokok mengubah warna gigi jadi kuning, bikin plak menumpuk, memunculkan bau mulut, dan meningkatkan risiko penyakit gusi.

Kalau kebiasaan ini dibiarkan, gigi bisa tanggal atau muncul infeksi gusi yang lebih parah.

Risiko paling serius datang dari penyakit jantung dan kanker.

Rokok membuat jantung bekerja lebih cepat dan pembuluh darah makin sempit, sehingga risiko serangan jantung dan stroke meningkat.

Zat karsinogenik dalam rokok juga merusak sel tubuh secara terus-menerus hingga akhirnya bisa berkembang menjadi kanker, terutama di paru-paru, mulut, dan tenggorokan.

Sebuah Peringatan untuk Masa Depan

Sebagai penutup, jelas bahwa sebatang rokok membawa dampak buruk jangka panjang bagi tubuh. Tren merokok di kalangan anak muda tumbuh bukan tanpa sebab: harganya murah, promosi ada di mana-mana, dan varian rasanya makin beragam. Kombinasi inilah yang membuat rokok menjadi silent killer yang bekerja perlahan sejak usia remaja.

Suarakan, ajak teman, dan pilih langkah yang lebih sehat untuk diri sendiri dan masa depan kita.

Referensi

Alodokter. 2025. 6 Dampak Merokok bagi Remaja yang perlu diketahui. https://www.alodokter.com/6-dampak-merokok-bagi-remaja-yang-perlu-diketahui 

Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI). 2023. Hubungan Pembelian Rokok Eceran dengan Frekuensi, Intensitas, dan Inisiasi Merokok di Kalangan Remaja: Sebuah Studi Metode Campuran di Indonesia. Jakarta: CISDI 

Jalin Foundation & Udayana CENTRAL. 2024. Report Jakarta Tobacco Survey. Jakarta: Jalin Foundation  

Kemkes. 2024. Perokok Aktif di Indonesia Tembus 70 juta orang, Mayoritas Anak Muda. https://kemkes.go.id/id/perokok-aktif-di-indonesia-tembus-70-juta-orang-mayoritas-anak-muda 

Rohman, C. 2024. Harga rokok yang murah akibatkan tingginya minat rokok di Indonesia. https://jatim.antaranews.com/berita/824395/harga-rokok-yang-murah-akibatkan-tingginya-minat-rokok-di-indonesia 

Tempo. 2024. Remaja Semakin Rentan dikepung Iklan Rokok Varian Rasa. https://www.tempo.co/gaya-hidup/remaja-semakin-rentan-dikepung-iklan-rokok-varian-rasa-379730    

Share: