{"id":4919,"date":"2026-05-21T03:10:40","date_gmt":"2026-05-21T03:10:40","guid":{"rendered":"https:\/\/jalinfoundation.or.id\/?p=4919"},"modified":"2026-05-21T03:12:43","modified_gmt":"2026-05-21T03:12:43","slug":"why-are-so-many-children-developing-high-blood-pressure","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jalinfoundation.or.id\/id\/why-are-so-many-children-developing-high-blood-pressure\/","title":{"rendered":"Banyak Anak Terkena Darah Tinggi, Kenapa Demikian?"},"content":{"rendered":"<p>663 ribu dari 4,8 juta anak tercatat terkena darah tinggi saat skrining dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) oleh Kementerian Kesehatan selama 1 Januari hingga 3 Mei 2026. Angka tersebut besar loh, sekaligus membahayakan bagi ratusan ribu anak yang masih bersekolah dan sudah mengalami tekanan darah tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Fenomena ini perlu diwaspadai sebab, di usia yang muda sudah terkena penyakit yang dapat mengganggu kehidupannya di masa depan. Perlunya upaya untuk memperbaiki pola makan dan aktivitasnya secara bertahap agar terhindar dari darah tinggi. Lalu, bagaimana penyebab kondisi ini bisa muncul?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><\/h2>\n\n\n\n<p><strong>Usia Dini Dibayangi Darah Tinggi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dilansir dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, penyebab hipertensi dibagi menjadi dua kelompok, yakni hipertensi primer atau esensial, yang diturunkan dari keluarga, dan kegemukan atau obesitas. Kondisi ini sering ditemukan pada remaja, yang mencapai 85\u201390% dari kasus. Hipertensi ini jarang ditemukan pada anak berusia kurang dari 10 tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, hipertensi lainnya disebabkan oleh penyakit seperti penyakit ginjal dan pembuluh darah ginjal. Kedua penyakit ini sering kali ditemukan pada anak kecil dan praremaja. Keseluruhan ini tentunya dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, dan massa otot pada seorang anak.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari segi tanda-tandanya, anak yang mengalami hipertensi dapat dilihat gejalanya seperti rasa lelah, kejang-kejang, menurunnya kesadaran, penglihatan kabur yang mendadak, sakit kepala, hidung mimisan, nyeri dada, kenaikan berat badan yang terkendali, badan yang pendek, dan timbulnya kelumpuhan otot. Selain anak, bayi yang baru lahir pun dapat dilihat apabila terkena hipertensi, seperti sesak napas, berkeringat, gelisah, muntah, kejang, dan wajah yang pucat.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk itu, agar dapat dikenal sejak dini apakah anak terkena tekanan darah tinggi, dapat mengecek tekanan darahnya. Idealnya, usia 3 tahun sudah mendapatkan pemeriksaan tekanan darah setidaknya setahun sekali. Apabila terjadi kelahiran prematur, yang berat badannya kurang dari 2500 gram atau pernah dirawat di ruang perawatan intensif (ICU), perlu menjalani pemeriksaan tekanan darah lebih dini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><\/h2>\n\n\n\n<p><strong>Mencegah Anak Terkena Hipertensi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai pencegahan, gaya hidup anak perlu menjadi perhatian orang tua agar tidak, adapun beberapa cara yang bisa dilakukan seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li class=\" translation-block\">Mengurangi garam dalam makanan anak, karena natrium menjadi penyebab darah tinggi. Apabila membeli makanan dari luar, perlunya memerhatikan kandungannya. Perlu diketahui, anak usia 3 tahun ke atas dianjurkan mengonsumsi natrium tidak lebih dari 1.500 mg.<\/li>\n\n\n\n<li class=\" translation-block\">Membatasi kalori dengan mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak dan gula, seperti permen.<\/li>\n\n\n\n<li class=\" translation-block\">Menjaga aktivitas fisik dari screen time, anak akan sulit untuk beraktivitas fisik dan cenderung pasif, karena terpatok pada video game atau menonton tv atau handphone.<\/li>\n\n\n\n<li class=\" translation-block\">Jauhi asap rokok, sebab dapat menaikkan tekanan darah dan merusak jantung dan pembuluh darah pada anak.<\/li>\n\n\n\n<li class=\" translation-block\">Menerapkan diet antihipertensi, dalam diet ini pola makan anak dijaga untuk mengurangi lemak, lebih memperbanyak sayur, buah, dan biji-bijian, mengurangi konsumsi garam, dan pemanis dalam makanan atau minuman, termasuk jus. Diet ini sejalan dengan Meatless Monday yang memperbanyak konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><\/h2>\n\n\n\n<p><strong>Bagaimana Peran Anak Muda?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Anak muda, dalam konteks ini, baik menjadi kakak, paman, om, ataupun ayah ikut bertanggung jawab dalam memerhatikan adik, anak, keponakan, ataupun sepupu. Apabila di dalam satu keluarga masih terdapat yang merokok, bahkan terdapat anak-anak, sudah sepatutnya segera berhenti karena akan membahayakan kehidupan bagi dirinya dan keluarganya.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengajak anak-anak berolahraga adalah cara untuk memunculkan kekonsistenan awal agar mereka mau berolahraga. Sementara itu, dari sisi konsumsi, penting memilihkan konsumsi anak-anak dengan menyortir apa yang mereka konsumsi yang terjauh dari tinggi gula, garam, dan lemak, serta memberikan pemahaman mengenai dampaknya bagi kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Terakhir, perlu juga membatasi kebiasaan menonton televisi atau menggunakan platform video digital secara berlebihan. Hal ini dapat mendorong gaya hidup sedentari atau kurang bergerak. Oleh karena itu, penting untuk menyeimbangkan screen time dengan aktivitas fisik.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan demikian, menimbang fenomena tingginya anak-anak yang terkena hipertensi, sudah sepatutnya menjaga kesehatan anak-anak dengan ketat di tengah kondisi yang semakin serba instan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan tunggu sampai kesehatan menjadi alarm yang terlambat disadari. Mulailah dari langkah kecil hari ini: menjaga pola hidup, peduli pada kesehatan diri, dan aktif terlibat dalam lingkungan yang membawa dampak positif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\" translation-block\">Yuk, jadi bagian dari gerakan Generasi RAW untuk terus belajar, bertumbuh, dan terhubung dengan berbagai kegiatan inspiratif seputar kesehatan, gaya hidup sehat, pengembangan diri, hingga aksi sosial bersama anak muda lainnya. Karena perubahan besar selalu dimulai dari generasi yang mau bergerak bersama.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Referensi<\/strong><br>Fadila, I. 2025.&nbsp;<em>Hipertensi pada anak, kenali gejala hingga pengobatannya.<\/em><br><a href=\"https:\/\/hellosehat.com\/parenting\/kesehatan-anak\/penyakit-pada-anak\/tips-mencegah-hipertensi-pada-anak\/?utm_source=chatgpt.com\">Hello Sehat Article<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.idai.or.id\/artikel\/seputar-kesehatan-anak\/hipertensi-pada-anak?utm_source=chatgpt.com\">IDAI Article on Hypertension in Children<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/rs-jih.co.id\/rsjih\/article-detail\/ternyata-anak-juga-bisa-hipertensi?utm_source=chatgpt.com\">JIH Hospital Article<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A total of 663,000 out of 4.8 million children were recorded as having high blood pressure during health screenings conducted through the Free Health Check Program (CKG) by the Indonesian Ministry of Health from January 1 to May 3, 2026. That number is alarming, especially considering that hundreds of thousands of school-aged children are already [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":4918,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[],"program":[],"tahun":[],"class_list":["post-4919","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-story"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jalinfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4919","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jalinfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jalinfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jalinfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jalinfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4919"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/jalinfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4919\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4921,"href":"https:\/\/jalinfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4919\/revisions\/4921"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jalinfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4918"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jalinfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4919"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jalinfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4919"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jalinfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4919"},{"taxonomy":"program","embeddable":true,"href":"https:\/\/jalinfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/program?post=4919"},{"taxonomy":"tahun","embeddable":true,"href":"https:\/\/jalinfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tahun?post=4919"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}