{"id":4791,"date":"2026-03-16T05:03:34","date_gmt":"2026-03-16T05:03:34","guid":{"rendered":"https:\/\/jalinfoundation.or.id\/?p=4791"},"modified":"2026-05-05T06:13:38","modified_gmt":"2026-05-05T06:13:38","slug":"ninggalin-rokok-ala-gen-z-membangun-generasi-tangguh-tanpa-ketergantungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jalinfoundation.or.id\/id\/ninggalin-rokok-ala-gen-z-membangun-generasi-tangguh-tanpa-ketergantungan\/","title":{"rendered":"Ninggalin Rokok ala Gen Z: Membangun Generasi Tangguh Tanpa Ketergantungan"},"content":{"rendered":"<p class=\" translation-block\">Indonesia adalah negara dengan jumlah anak muda yang besar, dan salah satu masalah yang cukup serius di kelompok ini adalah kebiasaan merokok. Di Jakarta, sekitar 11,56% remaja tercatat aktif merokok dan 27,16% lainnya pernah punya pengalaman dengan rokok. Angka paling tinggi ada pada siswa SMK, dengan 27,44% yang merokok, disusul siswa Sekolah Menengah Agama\/MA yang mencapai 21,11% (Udayana CENTRAL, 2024). Kenaikan ini menunjukkan bahwa rokok makin mudah masuk ke kehidupan anak muda.<\/p>\n\n\n\n<p>Situasi ini mengkhawatirkan karena pada usia yang seharusnya menjadi masa untuk anak belajar, berkembang, dan membangun masa depan, usia remaja juga sering kali menjadi waktu untuk berkenalan dengan aktivitas yang berpengaruh buruk. Banyak anak muda merokok karena pengaruh lingkungan, melihat teman, atau menjadikannya sebagai pelarian saat stres di sekolah atau tekanan sosial lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak mudah bagi anak muda untuk berhenti merokok. Zat adiktif di dalam rokok membuat rasa penasaran awal berubah menjadi kebiasaan yang sulit dilepas. Mulanya hanya \u201ccoba-coba\u201d, lama-lama jadi ketergantungan.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski begitu, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan anak muda untuk keluar dari jeratan rokok. Berikut beberapa cara yang bisa membantu. Simak sampai akhir.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Mengubah Definisi \u201cKeren\u201d di Kalangan Remaja<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Selama bertahun-tahun, citra rokok kerap dikaitkan dengan maskulinitas, kebebasan, dan kedewasaan. Narasi ini membentuk persepsi bahwa merokok adalah bagian dari identitas sosial tertentu. Padahal, konsep \u201ckeren\u201d seharusnya tidak dibangun dari kebiasaan yang berisiko terhadap kesehatan diri maupun orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Remaja membutuhkan ruang yang mendukung mereka untuk membangun identitas positif\u2014ruang yang mendorong keberanian untuk berbeda, berpikir kritis, serta mengambil keputusan yang bijak. Upaya pencegahan merokok tidak cukup hanya melalui larangan, tetapi juga dengan menghadirkan alternatif aktivitas yang relevan, menarik, dan sesuai dengan aspirasi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>RAW: Ruang Tumbuh untuk Remaja Laki-Laki<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>As part of Jalin Foundation\u2019s commitment to preventing smoking behavior among adolescent boys, the <strong>Generasi RAW<\/strong> initiative was created.<\/p>\n\n\n\n<p>RAW merupakan singkatan dari:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li class=\" translation-block\">Resilient \u2013 Tangguh menghadapi tekanan sosial dan tantangan hidup.<\/li>\n\n\n\n<li class=\" translation-block\">Awesome \u2013 Percaya diri dengan definisi keren versi diri sendiri.<\/li>\n\n\n\n<li class=\" translation-block\">Wise \u2013 Mampu berpikir jernih dan mengambil keputusan secara bijak.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Generasi RAW hadir sebagai gerakan berbasis aspirasi remaja yang menempatkan anak muda sebagai subjek utama dalam membangun budaya positif. Pendekatan ini bertujuan untuk memperkuat identitas, meningkatkan kesadaran, serta mengurangi kerentanan terhadap tekanan pergaulan yang dapat mendorong perilaku merokok.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>RAWkop: Ruang Aman untuk Berkarya dan Bertumbuh<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\" translation-block\">Salah satu implementasi nyata dari inisiatif ini adalah RAWkop ruang berkegiatan bagi remaja yang tersedia di seluruh wilayah Jakarta.<\/p>\n\n\n\n<p>RAWkop diselenggarakan setiap hari setelah pulang sekolah serta pada akhir pekan dengan jadwal yang telah ditentukan. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang aman dan produktif, di mana remaja dapat berdiskusi mengenai isu-isu yang relevan mengenai kehidupan mereka, mengembangkan keterampilan digital dan kreativitas konten, berkolaborasi dalam permainan dan komunitas, dan membangun jejaring pertemanan yang sehat dan suportif.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"750\" src=\"https:\/\/jalinfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/tempImageodxA9z.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4794\" srcset=\"https:\/\/jalinfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/tempImageodxA9z.jpg 1000w, https:\/\/jalinfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/tempImageodxA9z-300x225.jpg 300w, https:\/\/jalinfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/tempImageodxA9z-768x576.jpg 768w, https:\/\/jalinfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/tempImageodxA9z-16x12.jpg 16w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Lebih dari sekadar tempat berkumpul, RAWkop merupakan ruang untuk berkarya, mengeksplorasi minat, serta menghindari tekanan pergaulan yang berisiko. Melalui pendekatan partisipatif, remaja didorong untuk menemukan potensi diri sekaligus membangun perilaku positif yang berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Bergabung dan Ikuti Perkembangannya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Terdapat berbagai kegiatan seru dan menarik di RAWkop yang bisa diikuti oleh remaja setelah pulang sekolah di seluruh wilayah Jakarta. Inisiatif ini menjadi langkah konkret dalam menciptakan ekosistem yang mendukung generasi muda untuk tumbuh lebih sehat, tangguh, dan berdaya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/jalinfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/IMG20260115171723-1024x768.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4793\" srcset=\"https:\/\/jalinfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/IMG20260115171723-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/jalinfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/IMG20260115171723-300x225.jpg 300w, https:\/\/jalinfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/IMG20260115171723-768x576.jpg 768w, https:\/\/jalinfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/IMG20260115171723-1536x1152.jpg 1536w, https:\/\/jalinfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/IMG20260115171723-2048x1536.jpg 2048w, https:\/\/jalinfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/IMG20260115171723-16x12.jpg 16w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\" translation-block\">Untuk mengetahui informasi terbaru mengenai jadwal dan kegiatan lainnya, ikuti terus media sosial Generasi RAW. Di sana, kamu bisa menemukan inspirasi, cerita, dan ruang untuk terhubung dengan teman-teman sebaya yang sama-sama ingin tumbuh lebih sehat, aktif, dan percaya diri dengan pilihan hidup yang mereka ambil.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Referensi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Udayana CENTRAL &amp; Jalin Foundation. 2024. <em>Jakarta Tobacco Survey Report<\/em>. Bali\u2013Jakarta: Udayana CENTRAL.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia is home to a large youth population, and one of the more serious issues affecting this group is smoking. In Jakarta, around 11.56% of adolescents are recorded as active smokers, while 27.16% have had prior experience with cigarettes. The highest rates are found among vocational high school students, with 27.44% smoking, followed by students [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":4792,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[],"program":[],"tahun":[],"class_list":["post-4791","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-story"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jalinfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4791","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jalinfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jalinfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jalinfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jalinfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4791"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/jalinfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4791\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4876,"href":"https:\/\/jalinfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4791\/revisions\/4876"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jalinfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4792"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jalinfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4791"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jalinfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4791"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jalinfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4791"},{"taxonomy":"program","embeddable":true,"href":"https:\/\/jalinfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/program?post=4791"},{"taxonomy":"tahun","embeddable":true,"href":"https:\/\/jalinfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tahun?post=4791"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}